Assalamualaikum wr.wb readers, Its being ages for not writing in the wordpress. Di tulisan kali ini inshaAlloh saya akan membahas tentang umur dalam pandangan islam. Check it out, semoga bermanfaat yah Mari kita simak ayat berikut: “Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai […]

melalui Umurku-ketetapanNya — ranma1401

Umurku-ketetapanNya

Assalamualaikum wr.wb readers,

Its being ages for not writing in the wordpress.

Di tulisan kali ini inshaAlloh saya akan membahas tentang umur dalam pandangan islam. Check it out, semoga bermanfaat yah

Mari kita simak ayat berikut:

“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya)” (Al-Mu’min – 67)

Idealnya kita hidup di dunia mengalami siklus anak-dewasa-tua. Tapi Alloh SWT menyebutkan dalam ayat di atas bahwa diantara manusia ada yang diwafatkan sebelum itu. Alloh SWT menekankan bahwa manusia hanya akan sampai kepada ajal yang telah di tentukan saja dan agar kita paham/mengerti bahwa umur seseorang sudah menjadi ketetapanNya. Bahkan Alloh SWT tidak akan memanjangkan atau memendekan umur seseorang manusia melainkan sudah ditetapkan dalam kitab Lauh Mahfudz, seperti yang difirmankan pada ayat berikut:

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah” (Fatir – 11).

Dengan ayat di atas, saya jadinya kurang setuju dengan salah satu bait lagu Selamat Ulang Tahun “….panjang umurnya panjang umurnya…..” Karena jelas mendoakan seseorang agar panjang umurnya adalah kurang tepat karena umur seseorang sudah ditetapkan berdasarkan ayat di atas.

Pertanyaan berikutnya adalah dengan batasan umur yang menjadi rahasia dan pengetahuannya hanya ada di sisi-Nya, apa yang harus kita lakukan di masa hidup ini?

Tentu kita harus menggunakan masa hidup ini dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh ada kesia-siaan didalamnya. Hidup yang baik tentu harus ada tujuan. Apa tujuan hidup manusia? Akan saya bahas ditulisan berikutnya….inshaAlloh.

Catch u later, readers!

wassalamualaikum Wr.wb

 

 

 

6 Golongan Kecil Manusia

Assalamualaikum pembaca bloggers ranma1401,

Jumpa lagi di tulisan blogger ranma1401 yang ke-3.

Bismillah….

Kalau sebelumnya sudah dibahas mengenai 7 golongan besar manusia, kali ini saya akan mengemukakan 6 golongan kecil manusia…. penasaran???? Lets check it out!!

Yang termasuk ke dalam golongan kecil ini jumlahnya tidak banyak alias minor atau tidak utama. Mungkin karena minornya golongan ini bisa terlihat atau bisa diabaikan oleh sebagian yang besar….Kelompok seperti apa golongan kecil ini? Apakah kita termasuk di dalamnya atau tidak? Mari kita urutkan satu per satu golongan ini dan cek sendiri apakah kita termasuk ke dalamnya atau tidak.

  1. Bersyukur

Wow, surprisingly, ternyata golongan manusia yang senang bersyukur hanya sedikit sekali…..padahal dari sejak kita kecil hingga sekarang orang tua kita, guru-guru pelajaran agama di sekolah, belum lagi guru-guru mengaji selalu mengajari agar kita selalu bersyukur kepada Allah SWT. Tapi sepertinya himbauan itu hanya seperti teori saja dan sulit untuk dipraktekkan. Oh yeahhh (OZ style)…sepertinya memang itulah kenyataannya. Sulittttt bingittsss untuk dilaksanakan, alasannya?? Banyak faktor sepertinya. Hati manusia yang mudah sekali dikotori dengan sifat-sifat seperti dengki, riya, bisa jadi penyebabnya. Mari kita lihat ayat-ayat berikut:

Al-A’raf-7 (ayat 10)

“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber)penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur”.

Al-Mukmin-40 (ayat 61)

“Allahlah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang, sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”.

Padahal nikmat mana lagi yang mau kau dustakan????

Dari sejak bangun tidur…Kita harus mulai bersyukur, karena masih diberi kesempatan untuk menghirup O2 dan melihat matahari terbit.

When you are having breakfast, lunch dan dinner, bersyukurlah juga!!! Karena masih diberikan nikmat dan kesehatan untuk bisa makan hidangan yang beraneka ragam sesuai dengan keinginan kita….

Etc etc etc…dll dll dll….dan masih banyak lagi karunia Allah SWT tersebut seluas langit dan bumi…..Subhanallah.

Apa yang kita tunggu untuk dapat bersyukur? Segala kepunyaan kita adalah milik-Nya. Ketika Allah SWT berikan suatu karunia, syukurilah, dan jika diambil lagi karunia itu atau tidak diberi sama sekali keinginan kita itu, yah tidak mengapa dan tetap bersyukur dengan yang ada, karena karunia itu hanya milik-Nya, akan diberikan sesuai yang dikehendaki-Nya, dan Allah SWT Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Nya.

Mari kita lihat golongan yang kedua!

  1. Mengambil Pelajaran

Tidak semua orang mudah untuk mendapatkan pelajaran. Sama halnya dengan kita ketika belajar di sekolah. Dengan persiapan yang baik (baca: belajar di rumah sebelum pelajaran diberikan), maka akan mudah bagi kita untuk mendapat pelajaran yang diberikan oleh guru. Dengan perumpamaan seperti itu kita dengan segala kesiapan untuk menghadapi pernak pernik dunia (baca: keimanan yang matang), maka segala pelajaran hidup lewat peristiwa-peristiwa yang ada dapat dengan mudah menjadi pelajaran bagi kita untuk menggapai surga-Nya. Aamiin.

Allah SWT lewat Al-Quranul karim mengajari kita secara langsung lewat ayat-ayat-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan oleh Allah SWT untuk menerima segala pelajaran hidup ini dengan baik. Aamiinn

Ada beberapa ayat yang berisi tentang sedikit umat yang mengambil pelajaran dari Allah SWT.

Al-A’raf-7 (ayat 3)

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)”.

Al-Mukmin-40 (ayat 58)

“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal soleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran”.

Semoga kita termasuk golongan yang kedua ini. Aamiin YRA.

  1. Menyebut Nama Allah

Kalau kita termasuk yang selalu ingat dan menyebut nama Allah SWT di setiap aktivitas kita dari mulai bangun tidur hingga menjelang tidur dan bangun lagi dan begitu seterusnya, bersyukurlah. Artinya setiap helaian nafas kita tidak pernah luput sedetikpun dari ingat kepada Allah SWT, sang pencipta seluruh Alam semesta beserta isinya. Unfortunately, golongan manusia yang mengingat Allah SWT di segala aktivitas kehidupannya memang tidak banyak, seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut:

4 (Ayat 142)

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”.

Kalau melihat ayat di atas, banyak golongan manusia yang mengerjakan sholat, namun kegiatan rutin tersebut jauh dari mengingat Allah SWT, karena mereka sholat dengan riya dan mengharapkan pujian dari manusia. Padahal apalah manusia itu, mereka juga ciptaan-Nya. Jadi mulai dari sekarang niatkan sholat dengan baik, khusyu mengingat-Nya dan hanya mengharap pertolongan Allah SWT lewat sholat tersebut dan bukannya mengharap pertolongan manusia.

  1. Sabar

Yah….betul. Sepertinya saya setuju bahwa golongan orang sabar termasuk golongan minor. Kenapa? Karena saya merasakan sulitnyaaaa untuk bersabar. Mungkin karena saya ibu ibu yang punya anak yang masih kecil-kecil. Setiap hari diuji kesabaran ini dengan segala tingkah laku anak-anak tersebut, dan seringnya gagal ujian sabar ini yang ada yah marah-marah full sama anak-anakku tersebut.

Sabar itu luar biasaaa…..ada salah satu ayat Al-Quran yang menjelaskan kalau kita bisa menjadikan “sabar dan sholat” sebagai penolong kita dari segala masalah hidup di dunia (Al-Baqarah ayat 45). Memang kalimat itu sepertinya mudah tapi kenyataannya sulit juga untuk dipraktekkan. Belajar…belajar…dan belajar akan memudahkan kita untuk menjadi orang-orang yang sabar.

Mari kita lihat ayat berikut!

Al-Baqarah-2 (ayat 249)

“Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: ‘sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka barangsiapa diantara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku’kemudia mereka meminumnya kecuali beberapa orang diantara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyebrangi sungai itu, orang-orang yang minum berkata: ‘tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya’orang-orang yang meyakini bahwa mereka akana menemui Allah berkata: ‘berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Ayat tersebut menyebutkan dahsyatnya kekuatan sabar itu. Dengan kekuatan yang sedikit ditambah kesabaran yang kokoh (dan dengan izin-Nya) dapat mengalahkan kekuatan yang lebih besar. Subhanallah.

Mari belajar bersabar (self reminder for me).

  1. Beriman

Iman adalah dasar bagi kita untuk tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Yah, tentunya kita harus percaya dulu kepada Allah SWT, Malaikat, Rasul, Kitabullah, Takdir dan Hari Kiamat, baru kita dapat benar-benar menjalankan keislaman kita dengan baik dan sesuai syariah. Ternyata sedikit sekali mereka yang beriman dibandingkan yang tidak beriman, seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut:

Al-Baqarah-2 (Ayat 88)

“Dan mereka berkata: ‘hati kami tertutup’. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman”.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman. Aamiin

  1. Bershaff

Bershaff artinya berbaris dengan rapi. Sama istilahnya ketika kita melakukan shalat berjamaah. Kita berjejer dalam suatu shaff-shaff di belakang imam pemimpin shalat. Begitupun dalam kehidupan kita di dunia ini, untuk menggapai tujuan hidup dengan baik (baca: masuk surga), kita harus berbaris dengan rapi mengikuti pemimpin kita. Pertanyaan: pemimpin seperti apa yang harus kitaikuti? Yah tentunya pemimpin yang menjalankan syariat islam dengan baik sesuai dengan Al-Quranul karim. Ketika ada pemimpin seperti itu, kita harus ikuti dan mulai membuat shaff yang baik dan rapih sehingga akan menjadi kokoh dan tangguh. Seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut ini:

Ash-Shaff-61 (ayat 4)

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.

Pembaca bloggers yang budiman, mari kita amati apakah kita sudah menjadi golongan kecil ini? Kalau belum mari kita belajar, belajar, dan belajar untuk bisa masuk ke dalam golongan ini. Kalau kita sudah bisa menjadi golongan ini, inshaAllah surga adalah balasan dan hadiah yang akan Allah SWT berikan kepada kita. Saya pribadi saat ini sedang belajar untuk bisa termasuk ke-6 golongan ini. Aamiin YRA.

Thats all for today.

See you in the next one.

Salam

7 Golongan Besar Manusia

Salam All,

FYI, tulisan ini adalah tulisan ke 2 saya. Lewat tulisan ini saya masih berharap bisa turut serta dalam dakwah islam atau setidaknya berlatih untuk berdakwah dalam skala yang sebenar-benarnya (baca: dakwah seperti mamah Dedeh, OSD, Teh Ninih dan lainnya).

Untuk tulisan blog ke-2 ini, saya akan mengambil topik “7 Golongan Besar Manusia”.

Bismillah…..

Golongan besar? Apa arti dari dua kata itu? Saya rasa artinya sangat jelas bahwa golongan ini ukurannya besar, dominan, dan merajai. Betul tidak??? Jadi kalau misalkan ada xx trilyun manusia di dunia ini, maka golongan tersebut berjumlah lebih dari 70-60% dari xx trilyun tersebut….maaf yah kalau itung-itungannya salah dan gak ada dasar teorinya. Yang jelas kan bukan 50% dari xx trilyun tersebut. Dan kalau saya katakan 60% dari xx pun masih belum bisa dikatakan dengan golongan besar tapi cenderung disebut golongan yang lebih besar saja….. Ok. Dont need to discuss it further biar orang statistika dan matematika yang bahas yah.

Back to the topic my prens….

Di dalam Al-quran (our Holybook), setidaknya ada 7 golongan besar dari Manusia….apa sajakah itu?

  1. Tidak beriman

Really??? Yah betul, ternyata manusia yang tidak beriman itu merupakan salah satu golongan besar dari manusia. Tidak percaya?? Nih buktinya.

Al-Baqarah-2 (ayat 100)

“Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah) dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman”.

Yusuf-12 (Ayat 103)

“dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya”.

Hud-11 (Ayat 17)

“Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al-Quran) dari tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al-Quran itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al-Quran. Dan barang siapa diantara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Quran itu. Sesungguhnya (Al-Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”.

Allah SWT telah menyebutkan dengan jelas bahwa golongan tidak beriman alias kafir ternyata merajai muka bumi ini. Bahkan tidak sedikit mereka itu ingin menghancurkan islam ….Shame on you unbelievers!!!

Lets go to the next one.

  1. Tidak Bersyukur

Syukur dalam KKBI online (16/01/2015) artinya mengucapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. Tidak bersyukur artinya tidak mengucapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT. Nikmat yang Allah SWT telah berikan kepada manusia itu tidak terkira besarnya…. Badan yang sehat, pikiran yang jernih, urusan yang lancar, makan dan minum yang mencukupi, rezeki yang lebih dan cukup, bisa bernafas, bisa buang air besar, dan masih buanyyyyyak lagi merupakan nikmat-nikmat dari Rabb kita yang pastinya harus kita syukuri….Tapi ehhh ternyata golongan manusia tidak bersyukur inilah yang mendominasi manusia di bumi ini. Lets have a look some ayats below:

Al Baqarah-2 (ayat 243)

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu) jumlahnya karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “matilah kamu” kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”.

Yunus-10 (ayat 60)

“Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri (nya)”.

Wow….semoga saya dan pembaca bloggers saya ini bisa selalu mensyukuri segala karunia Allah SWT sekecil apapun itu agar kita tidak termasuk golongan yang kedua ini. Aamiiin Allahuma Aaminn

Golongan yang ke-3 adalah:

  1. Fasik

Berdasarkan Wikipedia (16/1/2015): Fasiq secara etimologi adalah keluar dari sesuatu; secara terminologi adalah seseorang yang menyaksikan tetapi tidak meyakini dan melaksanakannya; dalam agama islam adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Mmmmmm….sudah terbayangkah arti dari orang fasiq ini?? Kalau yang saya pahami, orang fasiq ini asalnya taat dan iman kepada Allah dan rasulNya. Namun, imannya tidak terpelihara sehingga banyak melakukan dosa dan yang terburuk bisa juga menyekutukan Allah SWT sehingga masuk ke dalam golongan nomor 1 (tidak beriman). Please do give me comments regarding with the Fasiq definiton!!!

Ok, lets see the ayats about fasiq people:

Ali Imran-3 (ayat 110)

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq”.

Al-Maidah-5 (ayat 49)

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan ber-hati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakanmusibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasiq”.

Semogaaaaaa…..kita tidak termasuk golongan no 3 ini.

  1. Tidak Mengetahui

Bahasa inggrisnya “do not know atau does not know”, artinya sangat jelas bahwa kelompok ini tidak mengetahui tentang sesuatu hal. Mari kita lihat, apa yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia ini??

Mari kita lihat ayat-ayat berikut ini:

Al-Anam-6 (ayat 111)

“Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.

Al-Araf-7 (ayat 187)

“mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: bilakah terjadi? Katakanlah: sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Yusuf-12 (ayat 40)

“kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Ada hal-hal yang berpotensi bagi seluruh umat manusia itu untuk bisa beriman. Contoh saja tentang pengetahuan datangnya hari kiamat yang akan datang tiba-tiba dan juga tentang pengetahuan keberadaan islam sebagai agama yang benar dan lurus…..tapiiii justru kebanyakan manusia tidak mengetahui. Kenapa yah??? Kalau semua umat ini mengetahui, mengamalkan dan istiqomah di dalam din islam karena pengetahuan-pengetahuan tersebut mungkin semua umat manusia ini akan masuk surga nantinya. Tapi manusia bukan malaikat….tidak semua manusia mau belajar dan mau memahami tentang segala pengetahuan yang telah Allah SWT berikan dalam Al-Quran dan faktanya jumlah manusia yang tidak mengetahui ini banyak sekali. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan ini. Aamiin YRA, Mari kita lanjutkan dengan golongan berikutnya teman.

  1. Tidak Mengambil Pelajaran/Tidak Mengerti

Golongan ini pun hampir sama dengan golongan ke-4, yakni berhubungan dengan pengetahuan. Kelompok ini ditimpakan suatu pelajaran maupun pengetahuan baik itu melalui pelajaran hidup yang membahagiakan ataupun menyedihkan tapi sayangnya melalui pelajaran tersebut kelompok ini tidak mengambil suatu hikmah, manfaat dan ilmu di dalamnya. Orang-orang ini bersikap cuek dan malas terhadap sesuatu itu alias gak mau belajar. Padahal banyak sekali hikmah di dalam suatu pelajaran itu yang akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita terhadap Allah SWT. Seperti ayat berikut ini menunjukkan bahwa banyak manusia yang tidak mengerti atau tidak paham dengan sesuatu kejadian….

Al-Maaidah-5 (ayat 103)

“Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah dan saaibah dan washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti”.

  1. Mengikuti Prasangka

Berprasangka menurut kamus KBBI online adalah memeberikan pendapat (anggapan) yg kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri. Walaupun prasangka itu bisa baik dan buruk tapi sepertinya kebanyakan prasangka itu untuk hal-hal yang kurang baik yah…buktinya kamus KBBI saja menyebutkan saja sebagai pendapat yang kurang baik…hehehhe

Enniweiiii, baiknya memang kita jangan berprasangka terhadap sesuatu sebelum kita menyelidikinya dengan teliti dan baik. Golongan manusia yang senang berprasangka juga termasuk kelompok besar juga yang di dalam Al-Quran seperti dijelaskan berikut ini:

Al-Anam-6 (ayat 16)

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”.

Yunus-10 (ayat 36)

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka kerjakan”.

  1. Lalai

Lalllai bukan alai yahhhh…menurut kamus KBBI lalai adalah kurang hati-hati; tidak mengindahkan (kewajiban, pekerjaan, dsb); lengah. Allah SWT mengutus Rasulullah (peace be upon Him), untuk menyampaikan ayat-ayat Allah melalui Al-Quranul hakim….tapi banyak manusia yang tidak mengindahkan, pura-pura tidak mendengar, cuek, leumpeung aja gituh dengan ayat-ayat tersebut. Semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang lalai. Aamiin.

Please check these out:

Al-A’raaf-7 (ayat 179)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Yunus-10 (ayat 92)

“maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”.

Sahabat bloggers, sungguh Allah SWT sudah memperingati kita dengan orang-orang sebelum kita melalui ayat-ayatnya agar kita beriman dan bertaqwa. Do you agree? Yah, lewat pembahasan 7 golongan besar manusia ini semoga kita selalu dihindarkan untuk menjadi golongan ini agar kita bisa mencapai surganya Allah SWT…ingat hidup di dunia hanya sejenak saja, kehidupan kekal menanti kita…semoga surga lah tempat kembalinya kita nanti. Aamiin

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Dua Pilihan Hidup

BISMILLAH…..

Salam all,

Hihihi…..masih gak pede nih mau nulis.

Tapiiiiiii…selalu terngiang-ngiang di telinga ini apa yang diberitahukan ustadzah saya yang cantikkk “ bahwa kita harus punya tujuan hidup yang mulya—-memajukan islam—- salah satu caranya adalah melalui dakwah”.

Rasanya, belum mulya sama sekali hidup yang saya jalani selama 33 tahun ini kalau keinginan untuk menjadikan islam sebagai dasar DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN belum ada di dalam hati dan pikiran saya. Saya ingin sekali mencoba agar pemikiran ini selalu ada dan tidak pernah luntur . Mudah-mudahan lewat tulisan ini, harapan ini bisa terwujud. Aamiin Allahuma Aamiin

Ini adalah tulisan perdana si saya. Saya akan mulai tulisan ini dengan topik “Dua Pilihan Hidup”

Ya…..Sesuai temanya “Dua Pilihan Hidup”, saya akan menuliskan kembali apa yang saya peroleh dari pengajian pertama saya dengan guru saya yang cantik itu lewat topik ini.

Kita lahir ke dunia ini akan menghadapi dua pilihan…..sudah dapat ditebak kan??? kedua pilihan itu tidak lain adalah pilihan yang baik dan pilihan yang buruk dan tentunya tidak akan ada pilihan menengah alias abu-abu karena islam itu agama yang tegas dan tidak ada keraguan di dalamnya. Jadi, manusia (siapapun mau presiden, pns, pegawai swasta, pengemis, pengamen, artis korea, aktor Hollywood, dan semuanya) terlahir ke dunia itu harus memilih nantinya. Mana yang harus dipilih?? Mari kita lihat perumpamaan sederhana ini: Ketika kita belanja ke pasar dan akan membeli ikan, pasti kita pilih ikan yang segar dan masih terlihat sehat, kenapa seperti itu??? Karena ikan tersebut akan kita, anak-anak, dan suami makan. kita ingin mereka yang memakannya memiliki manfaat dari ikan segar itu yaitu mendapatkan kesehatan tubuh maupun kecerdasan otak. Sebaliknya kalau kita pilih ikan yang jelek, kesehatan orang-orang yang kita sayangi malah akan menjadi buruk bahkan teracuni karenanya. Sama seperi pemilihan ikan tadi, pilihan hidup itu juga harus benar-benar dilakukan, WHY?? Karena itu akan menentukan kehidupan abadi kita nanti setelah kehidupan di dunia ini. Apakah itu? Apakah kita kan memilih SURGA atau NERAKA? Yah jelas sekali di Al-quran bahwa pilihan yang benar itu akan mengantarkan ke surga tapi pilihan yang salah akan mengantar ke neraka yang sangat menyeramkan seseram-seramnya. Lets have a look some ayats below:

Al-Quranul karim, buku pegangan hidup kaum muslimin, banyak sekali mengungkapkan tentang pilihan hidup itu diantaranya:

Surat Al-Isra (17:107)

‘katakanlah: Berimanlah kamu kepada-Nya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). ’Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud’.

Surat Al-Kahfi (18:29)

‘dan katakanlah: “kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.”Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek’.

Dari dua ayat di atas, terlihat jelas bahwa pilihan hidup itu ada 2 saja:

  1. Beriman
  2. Tidak beriman alias kafir

Bagi orang yang berfikir, nomor 1 (beriman) adalah yang harus dipilih. Karena sudah jelas disebutkan dalam surat Al-Kahfi ayat 29, bahwa jika pilihan kita adalah nomor2, nerakalah tempat perisitirahatan abadi kita (naudzubilah).

So, my prens please dont be hesitate to choose number one (be a believers), insha Allah Al-jannah is waiting for you. Aamiin

Perenungan saya selama ini adalah tentang neraka itu sendiri, kenapa banyak orang yang kurang takut ketika neraka disebutkan???? Padahal jelas disurat Al-Kahfi ayat 29 itu tersurat bagaimana gejolak api neraka yang akan mengepung orang-orang dzalim dan disebutkan pula air minumnyapun adalah seperti besi mendidih yang akan menghanguskan muka mereka yang ada didalamnya….Allahuakbar, semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang calon penghuni neraka, Naudzubilahhhh

Karena banyaknya orang yang tidak takut dengan neraka, maka banyak orang yang memilih pilihan nomor 2 alias jadi orang kafir padahal sudah jelas ayat-ayat Allah tersebut……yah itulah orang-orang kafir, nerakalah tempat kembalinya mereka.

Walaupun tulisan ini masih flat aliat biasa banget, tapi semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Aaamiiin.